Keterangan Gambar : Herman Lutfi (topi hitam), Feri Lidik (topo coksu)
ayoBENGKULU || Bengkulu, 02 September 2026 – Gerakan rakyat menolak diam. Lebih dari 2000 massa yang mewakili 9 Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu akan turun ke jalan pada 30 September 2026 dalam aksi "30 September Bengkulu Gelap - SBG".
Aksi ini digagas oleh gabungan elemen: pedagang, petani, ormas, dan masyarakat sipil yang resah dengan kondisi penegakan hukum di Bengkulu.
"Kami menyebutnya Provinsi Gelap karena hukum di daerah ini padam. Korupsi merajalela, dari dinas sampai proyek. 15% sudah jadi rahasia umum. Yang menolak setoran malah dinonjobkan," ujar feri lidik [ Selasa [2/9/2026].
4 TUNTUTAN UTAMA AKSI 30 SBG:
1. Usut Tuntas Kasus PHL PDAM yang hingga kini mandek di APH
2. Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan HGU PT Perkebunan yang merugikan rakyat dan negara
3. Usut Tuntas Penyelewengan Dana Hibah dan Proyek Fisik Kota Bengkulu yang sudah dilaporkan namun tidak ada progres
4. Copot dan Adili Oknum Pejabat yang terlibat praktik pungli dan penyalahgunaan wewenang.
"Kami sudah lapor ke APH. Bukti ada. Saksi ada. Rekaman ada. Tapi penyidikan jalan di tempat. Sementara KPK hanya bergerilya mengumpulkan data. Rakyat butuh vonis, bukan koper," tegasnya.
Koalisi menegaskan aksi 30 SBG akan berlangsung damai, tertib, dan konstitusional. Massa akan berkumpul di kantor kejaksaan tinggi bengkulu dan longmarch menuju [Titik Tujuan: Kantor Gubernur/Kantor DPRD/Kantor Polda].
"30 September dulu kita peringati sebagai hari pengkhianatan ideologi. Hari ini kita peringati sebagai hari melawan pengkhianatan anggaran. Jika APH terus tiarap dan hukum terus tidur, maka gelap ini akan kami lawan dengan obor rakyat,"
Berdasarkan pengalaman beberapa waktu lalu, kami berharap kepada Keamanan dari Polda Bengkulu untuk perusuh harap ditindak keras. Tutip feri
Tulis Komentar